Senin, 04 September 2017


BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten‎ terus menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah kecamatan di wilayah Serang Utara.

Hingga 31 Agustus 2017 sudah ada ratusan ribu liter air yang di kirim ke lima kecamatan, yaitu Lebakwangi, Carenang, Tirtayasa, Tanara dan Pontang.

Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Joni Efendi mengatakan, sampai sekarang pihaknya masih terus mendata wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Ia pun memastikan kebutuhan air bersih untuk didistribusikan terhadap‎ masyarakat masih aman.

"Kita masih terus mengirim air bersih, kita masih konsen dikebutuhan warga, karena dominan warga membutuhkan air bersih. Teman-teman relawan masih terus melakukan pendataan," kata Joni kepada wartawan,  Senin (4/9).

Data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, air bersih yang dikirim terhadap korban kekeringan meliputi Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi sebanyak 15.000 liter dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang, Desa Masigit, Kecamatan Carenang sebanyak 10.000 liter dari PDAM Tirta Albantani.

Kecamatan Tirtayasa meliputi Desa Tengkurak, Alang-alang, Kebon dan  Samparwadi Lontar sebanyak 30.000 liter air dari BPBD Kabupaten Serang.

Dari PDAM Tirta Albantani sebanyak 5.000 liter untuk Desa Tengkurak dan 10.000 liter untuk Desa Laban. Kemudian Kecamatan Tanara meliputi Desa Tanara dan Tenjo Ayu sebanyak 20.000 liter dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang. Kecamatan Pontang sebanyak 10.000 liter dari Dinsos Kabupaten Serang.

Tak hanya itu, bantuan juga sebelumnya datang dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Serang dan 5000 liter Universitas Islam Negeri (UIN) Banten.

Sementara itu, kekeringan juga melanda wilayah pertanian. Kordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Tata Juarta menyebut saat ini sudah ada 10 hektar tanaman padi di Kecamatan Tanara dan 10 Hektar padi di Kecamatan Tirtayasa mengalami kekeringan. Adapun kondisinya saat ini terancam mati. 




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar