Kamis, 28 September 2017


HUJAN yang sempat mengguyur Jepara, tak lantas menghapus bencana krisis air bersih. Kini ada delapan desa melaporkan mengalami kekurangan air bersih, kepada BPBD Jepara, Jawa Tengah. 

Jamaludin Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jepara mengatakan, sebelumnya ada enam desa yang melaporkan kekurangan air bersih. Namun belakangan Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo dan Desa Bategede di Kecamatan Nalumsari yang mengalami krisis air bersih. 

"Di Sumberejo ada empat rukun tetangga yang terimbas kekeringan sehingga membutuhkan bantuan air bersih. Kita sudah melakukan droping ke sana. Sementara di Bategede juga demikian, sudah dilakukan penyaluran bantuan air bersih," katanya, Rabu (27/9). 

Ia menyebut, hujan yang turun pertama kali pada musim pancaroba justru mengeringkan sumber air warga. Dirinya memrediksi, fenomena tersebut akan terjadi hingga intensitas hujan teratur. 

"Kemarin memang sempat hujan, tapi hujan sekali itu justru mengeringkan sumur warga. Sampai akhir musim kemarau nanti diprediksi akan ada desa lain yang mengalami kekeringan, akan tetapi kami belum bisa memastikan," tambahnya.

Selain dari BPBD, bantuan air bersih di Jepara juga dilaksanakan oleh pihak lembaga diluar badan tersebut. Jamaludin menyebut, bantuan tersebut berasal dari PMI maupun PD BPR BKK, yang kemudian diarahkan merata ke wilayah yang terkena krisis air. 

Adapun desa-desa yang terlebih dahulu mengalami krisis air bersih adalah, Desa Kedung Malang, Karangaji dan Kalianyar yang terletak di Kecamatan Kedung, disusul dengan Desa Blimbingrejo dan Tunggul Pandean di Kecamatan Nalumsari dan Raguklampitan Kecamatan Batealit.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar