Rabu, 27 September 2017


NORMALISASI Kali Krukut yang tak kunjung terealisir, membuat rumah warga di 22 RT dari 2 RW di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kembali kerendam air bah berkisar 40 cm, Rabu (27/9). Kendati begitu warga tidak ada yang mengungsi karena ketinggian banjir masih aman.

"Kami sudah kenyang kebanjiran. Apalagi banjir sekarang nggak seperti sebelumnya karena tergolong ringan dan itupun cepat surut," kata Manto, warga RW 02 Petogogan, Rabu (27/9).

Dikatakannya, hujan deras sejak Subuh menyebabkan Kali Krukut meluap dan menggenangi ratusan rumah warga di RW 02 dan RW 03. Lokasi tersebut berada tepat di bibir kali, selain kondisinya cekungan. Alhasil jika banjir belum mencapai sekitar 2 meter, warga nekad bertahan di loteng rumah masing-masing.

Kalangan warga berharap dengan kepemimpinan Anies-Sandi yang akan bertugas pada 16 Oktober 2017 sebagau Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, normalisasi Kali Krukut yang puluhan tahun mandek dapat segera dilaksanakan.

Lurah Petogogan, Sarwanto mengatakan banjir akibat meluapnya Kali Krukut menghantam sejumlah permukiman padat penduduk di 2 RW sekitar pukul:06.30. Meliputi 7 RT di RW 02 dan 15 RT di RW 03 dengan ketinggian mulai 20 cm hingga 50 cm.

"Sejumlah petugas PPSU dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu aliran air yang tersumbat. Warga tidak ada yang mengungsi sehingga dapur umum diperlukan," ujarnya.

Terkait normalisasi Kali Krukut di Petogogan yang sampai sekarang mentok, Sarwanto mengatakan ada 68 bidang di 3 RW yakni RW 01, 02 dan 03 yang bakal terdampak.

Sampai sekarang belum ada pembebasan lahan oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta terhadap warga yang terkena normalisasi. Sedangkan proyek tersebut akan digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Pernah sudah sampai kesepakatan harga, tapi sampai sekarang tidak dibayar," imbuhnya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar