Selasa, 19 September 2017


DARI riset yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL), teridentifikasi ada empat sungai di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang dijadikan tempat sasaran pembuangan popok. Keempat sungai tersebut, diantaranya Sungai Kedunglarangan, Sungai Beji, Sungai Kepulungan dan Sungai Gondanglegi.

"Popok bayi ini menjadi problem karena dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah 18 Tahun 2008, popok bayi seharusnya dikelola secara sanitary landfill. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, karena membahayakan dan bisa merusak lingkungan," ujar Christia Anggraeni, anggota FKPL Pasuruan.

Christia menjelaskan, seharusnya sampah popok ini harus dikelola secara khusus yakni dengan cara landfill control atau bahkan opendumping. Ia menegaskan bahwa sampah popok tersebut mengandung plastik, dioksin, gel absorban yang mengandung sodium poliakrilat.

"Di beberapa negara, sodium poliakrilat dilarang digunakan untuk popok bayi, namun di Indonesia masih saja ditemukan popok yang mengandung hal ini. Selain itu popok bayi menggunakan senyawa ptalat yang digunakan sebagai pewangi. Dan ini, masuk kategori senyawa pengganggu hormon," jelasnya.

Untuk, itulah pihaknya dan Ecoton bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menyisir Sungai Kedunglarangan, Senin (18/9) siang. Mereka bergotong-royong membersihkan sampah di sepanjang sungai yang ada di kawasan Bangil tersebut.

Dalam penyisiran tersebut, FKPL, Ecoton, dan DLH fokus dalam evakuasi sampah popok bayi. Hasilnya luar biasa, proses evakuasi yang dilakukan dua jam atau sekira 120 menit itu, berhasil mengevakuasi sampah popok dengan berat kurang lebih 150 kilogram. Setelah itu, sampah-sampah dibersihkan dari sungai dan diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA).

Ia pun menegaskan bahwa dari hasil identifikasi yang dilakukan dari timnya tersebut, sampah plastik yang mengapung di sungai ternyata 70 persennya merupakan sampah popok bayi. "Kami sudah mengidentifikasinya, dan memang kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak sampah popok yang dibuang ke empat sungai tersebut," pungkasnya.




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar