Selasa, 12 September 2017


LANGKANYA elpiji jenis tiga kilogram, membuat sejumlah masyarakat beralih kembali ke kayu bakar. Terlebih, elpiji yang langka tersebut, harganya juga melejit hingga Rp 25 ribu per tabungnya.

Marsumi (55) warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengungkapkan kelangkaan elpiji yang genap sepekan membuat warga kesulitan. Untuk itu, banyak warga beralih ke kayu bakar yang lebih mudah ditemukan.

"Kalau tidak ada gas elpiji, ya menggunakan kayu bakar lagi. Biasanya kami membeli di sekitar rumah atau mengambil dari kebun," katanya, Selasa (12/9).

Menurut dia, harga Elpiji saat ini sangatlah mahal. Bahkan untuk tiap tabung harus membeli Rp 25 ribu. Itupun, harus berebut dengan tetangganya lantaran jumlahnya yang terbatas.

Siti Muyasaroh (28) warga Desa Bulung Cangkring, Mejobo juga mengatakan hal yang sama.  Harga elpiji di desanya bervariatif, kisaran Rp 23 hingga Rp 25 ribu. Saat langka semacam ini, pihaknya harus mendapat gas lantaran sudah ketergantungan. 

"Kadang harus pergi ke luar desa sampai luar kecamatan untuk dapat gas. Tapi ya sering dapat meski harganya tinggi," imbuhnya.

Imam Prayitno, Kabid Fasilitasi Perdagangan dan  perlindungan konsumen pada dinas Perdagangan Kudus mengatakan, ke depan akan dilakukan kegiatan kembali Operasi Pasar.  Namun, modelnya tidak seperti sekarang tapi langsung ke pangkalan – pangakalan.

"Nanti akan dievaluasi lagi, wilayah mana yang sangat membutuhkan. Bahkan bisa langsung ke pengecer agar lebih tepat sasaran," jelasnya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar