Jumat, 15 September 2017


DALAM beberapa hari terakhir puluhan kambing milik warga Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur mati dengan bagian tubuh terkoyak. 

Belum diketahui penyebab matinya puluhan ternak milik warga di tempat itu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Sujono, Jumat (15/9) mengatakan, sejumlah kambing milik warga yang mati diduga akibat terkaman binatang buas.

Dia mengimbau melalui kecamatan dan perangkat desa, untuk memantau perkembangan dari kasus matinya puluhan ternak sejak beberapa hari terakhir. 

"Kami menduga kambing yang mati akibat serangan binatang buas. Kami tidak paham nama binatang buas itu.Yang jelas, saat kemarau seperti saat ini, binatang buas itu turun dari hutan. Selain mencari air, binatang tersebut masuk ke kandang warga dan melukai puluhan ekor kambing seperti yang terjadi saat ini," terang Sujono. 

Menurutnya, pihak DPKH masih melakukan penelitian lebih lanjut, dikhawatirkan ada penyebab lain matinya puluhan ekor binatang ternak tersebut.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang berdomisili di dekat kawasan hutan," bebernya.

Hal senada dikatakan Camat Karangploso Dyah Ekawati. Serangan pada kambing terjadi sejak beberapa hari lalu. Dia sudah mengumpulkan seluruh ketua RT, RW dan Kades serta Perangkat Desa Tegalgondo. Hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman, agar masyarakat tidak terprovokasi adanya isu yang berkembang saat ini. Salah satunya terkait mitos, jika tewasnya puluhan ekor kambing ini dilakukan pihak tertentu untuk tujuan negatif.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi. Tetap waspada dan hati-hati. Selanjutnya, harus lebih meningkatkan ronda malam secara berkelompok untuk menghindari hal-hal yang tidak kita kehendaki. Kami bersama Muspika akan selalu mendampingi ronda malam dengan cara bergiliran," terang Dyah.

Ia menambahkan, jika warga mengetahui hal yang mencurigakan segera hubungi Muspika atau perangkat desa terdekat.  



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar