Rabu, 30 Agustus 2017

SEJUMLAH masyarakat khususnya keluarga pasien yang dirawat di RSUD Adjifarmo Rangkasbitung, Banten mengeluhkan kesemrawutan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di depan pintu utama rumah sakit.

Ahmad Syarif warga Cibadak mengatakan, dirinya heran kenapa Satpol PP sebagai petugas penegak perda tidak melakukan tindakan atau penertiban. Padahal, keberadaan para pedagang tersebut bukan saja membuat kemacetan dan kesemrawutan saja, namun juga mengganggu keluar masuk ambulance dan kendaraan pembawa pasien lainnya.

"Ini seharusnya tidak didiamkan saja, karena sudah menyangkut nyawa orang," kata Syarif, Selasa (29/8).

Menurutnya, pemerintah sendiri sudah menyediakan tempat untuk berjualan para PKL yakni di Auning depan Alun-alun Rangkasbitung. Untuk itu, Satpol PP harus segera melakukan penertiban.

"Saya bukan protes terhadap PKL yang berjualan depan pintu masuk RS, tapi agar lebih manusiawi dan terlihat rapi mereka digeser saja ke auning yang telah disiapkan," ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Aep dian Hendrawan, pihaknya setuju dengan penertiban PKL yang berada di depan pintu RSUD Adjidarmo. Sebab, selain mengganggu ketertiban umum juga membuat hilangnya keindahan kota yang saat ini sedang digalakan oleh bupati dengan membangun taman kota di berbagai sudut kota termasuk depan RSUD.

"Satpol PP harus segera menertibkannya karena mengganggu," ucapnya.

Terkait hal ini belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah setempat. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar