Selasa, 29 Agustus 2017


SEKITAR 10 ribu warga memadati Balaikota Bogor Selada (29/8/2017). Warga berunjuk rasa dengan satu tuntutan, mendesak Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto untuk mencabut IMB tembpat ibadah, yakni  Masjid Imam Ahmad bin Hambal yang berlokasi di Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kepolisian Polresta Bogor Kota melakukan pengamanan ketat. Bahkan, sepanjang jalan menuju lokasi masjid, dijaga personil Brimob. Dua SSK Brimob dan 500 personil Polresta Bogor serta personil TNI mengamankan demo terbesar yang pernah ada di Kota Hujan ini.

Massa sejak malam sudah melakukan pertemuan di rumah H. Dado, di Jalan Tumenggung Wiradireja Rt 002/008 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Massa yang tiba di Balaikota setelah long march sepanjang Jalan Pajajaran hingga Otista dan Juanda lalu berorasi.

Perwakilan massa diterima Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan jajarannya. "Aksi damai Bogor Utara tolak Wahabi dengan Visi-Misi cabut Ijin pembangunan Masjid Hambal yang akan dijadikan tempat perkumpulan Wahabi. Kami minta Walikota membatalkan atau mencabut IMB pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal," kata H Dado.

Massa berkumpul di Makam Raden Kan'an Kelurahan Tanah Baru. Sedangkan peserta unjuk rasa yang berasal dari wilayah Bogor Utara, Cibinong, Sukaraja titik kumpul di Masjid Raya. Massa dari wilayah Kecamatan Bogor Timur berasal dari wilayah Cianjur, Ciawi, dan Sukabumi.

Titik massa lainnya berkumpul di Empang  Kecamatan Bogor Selatan. Para jamaah dan peserta unjuk rasa ini berasal dari wilayah Ciapus, Bogor Barat, dan Ciomas.

"Ada dua tuntutan  yang akan di sampaikan ke bapak Walikota Bima Arya yaitu, pencabutan IMB pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Jalan Ahmad Syam, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, oleh Walikota Bogor," ujar H Dado.

"Apabila poin A tidak dikabulkan, massa akan menginap di Balaikota atau menuju lokasi pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Jalan Ahmad Syam, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, untuk melakukan demo," tambah H Dado.

Sementara itu, tokoh lainnya, H Indra mengatakan, Inti dari pertemuan tersebut adalah untuk menyamakan persepsi, agar tidak timbulkan situasi Kamtibmas. 




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar