Kamis, 24 Agustus 2017

KEKERINGAN yang berdampak pada krisis air di sejumlah wilayah di Kabupaten Serang semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang merilis hingga kemarin sudah ada 15 desa yang tersebar di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa‎ mengalami kekeringan.

Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Joni Efendi mengatakan berdasarkan hasil pantauan kejadian bencana dan kedaruratan cuaca ekstrem kekeringan antara lain terjadi di Kecamatan Pontang meliputi‎ Desa Domas, Desa Wanayasa, Desa Singaraja, Desa Pontang dan Desa Linduk.

"Tim sudah melakukan koordinasi dengan Camat Pontang dan para kepala desa di Kecamatan Pontang. Hasil asessment tim TRC BPBD Kabupaten Serang dinyatakan masih dalam kondisi aman. Adapun penyebab kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut adalah disebabkan oleh adanya pembangunan irigasi pada hulu saluran air yang berlokasi di Kampung Petung, Desa Purwodadi, Kecamatan Kragilan," katanya, Rabu (23/8).

Sedangkan untuk Kecamatan Tirtayasa, kata dia ada 13 desa yang tertimpa kekeringan, antara lain Desa Tirtayasa, Desa Sujung, Desa Kebon, Desa Alang – Alang, Desa Lontar, Desa Susukan, Desa Pontang Legon, Desa Kemanisan, Desa Kebuyutan, Desa Samparwadi, Desa Puser, Desa Laban dan Desa Tengkurak. Dari 13 itu ada 6 Desa yang terparah, yaitu‎ Desa Alang – Alang, Desa Lontar, Desa Samparwadi, Desa Laban dan Desa Tengkurak.

"Kecamatan Tirtayasa secara keseluruhan dinyatakan terdampak kekeringan (Krisis air bersih-red) sejak satu bulan terakhir dimulai dari Juli 2017. Hanya Desa Wargasara yang dinyatakan tidak terdampak," ujarnya.

Sementara Bupati Serang Tatu Chasanah mengaku telah menginstruksikan kepada PDAM Tirta Albantani untuk menyalurkan air bersih untuk daerah yang kesulitan air bersih. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar